Minggu, 10 September 2017



~ BEAUTY STANDART ~
 
Belakangan, sosial media semakin ramai dengan banyak muculnya artis-artis baru yang entah awalnya seperti apa. Trend model kecantikan sampai bagaimana cara memakai make up kekinian mulai membanjiri kalangan wanita bahkan ada beberapa beauty vlogger yang bergender pria. Semua orang seolah berlomba menunjukkan bagaimana cara mereka memoles wajah sehingga terlihat cantik dan mulus. Di era yang semakin maju ini, sebut saja pasar internet semakin diminati. Semua orang dengan kesibukan masing pasti menginginkan segala sesuatunya serba instan tanpa harus membuang energi untuk mendapatkannya. Dunia Instagram dibanjiri para artis dadakan berwajah cantik yang membantu para online shop untuk memasarkan barangnya. Semakin cantik model yang menggunakan, maka semakin tertarik pula konsumen pada produk yang digunakan. Dengan kata lain “jika si A saja terlihat cantik menggunakan barang tersebut, sedikit banyak aku pun akan terlihat cantik”. Ditambah lagi dengan kemudahan yang diberikan, hanya dengan satu klikan pada gadget, kita sudah dapat membeli dan mendapatkan barang yang di idam-idamkan.
 ***
Menjadi cantik dan  kaya adalah impian semua wanita, namun kita tidak dapat memilih wajah seperti apa yang akan kita peroleh pada saat dilahirkan, atau dari kalangan keluarga seperti apa kita dibesarkan. Berbagai produk kencantikan yang sudah bermunculan memang sangat membantu dan menjawab keluh kesah para wanita diseluruh dunia yang mungkin awalnya banyak memiliki masalah pada wajah. Dan saat ini, siapa saja bisa memiliki wajah yang cantik dengan polesan make up kekinian. Bisa dibayangkan bagaimana model para wanita-wanita seluruh dunia pada tahun-tahun selanjutnya, standart hidup akan semakin meningkat, kebutuhan akan semakin bertambah, dan gaya hidup akan terus mengikuti publik figure yang diidolakan. Berharap bahwa kita yang mungkin awalnya biasa saja bisa semakin elok seperti mereka. Setiap manusia mempunyai perasaan bangga pada diri sendiri, ini bisa jadi curahan penulis dan hasil surfey pada wanita-wanita sekitar. Semakin banyak jumlah like di postingan atau bahkan pujian-pujian yang bermunculan menciptakan rasa kagum, rasa bangga pada diri sendiri.
 ***
Setelah sekian banyak opini-opini sekitar seputar kecantikan, muncullah satu pertanyaan yang juga sempat membuat penulis bingung.
“ How is beauty standart ?”
 Jika satu persatu wanita ditanya seputar bagaimana sebenarnya standar kecantikan, mungkin itu tidak akan pernah ada habisnya. Mulai dari bentuk mata yang semakin bulat maka semakin cantik, bentuk wajah dengan dagu tirus, hidung mancung dengan warna kulit yang putih, dan lain sebagainya. Semakin lama para wanita akan semakin haus akan kecantikan, semakin lama para wanita dunia akan semakin hilang jati diri, para wanita tidak akan pernah puas dengan kecantikan alami yang ada pada setiap individunya. Setiap kekurangan akan terus menjadi hantu dan aib yang harus ditutupi. Padahal tergantung bagaimana kita memandang diri kita sendiri, apakah akan tetap bersyukur dan bangga akan segala yang ada pada kita, atau malah merasa kecil dan malu atas apa yang kita punya. Publik figure secara tidak langsung mencuci otak para netizen, tentang bagaimana mereka memandang kecantikan tersebut, tentang bagaimana memandang hidup yang indah itu dan juga tentang bagaimana pola sikap nantinya. Namun semua itu kembali lagi pada masing-masing individu tentang bagaimana mereka menyerap segala yang dilihatnya.
 ***
Setiap wanita dilahirkan atas kecantikan dan keistimewaan masing-masing. Jika kita mau menguras ulang pola pikir dan menciptakan energi positif, tidak akan pernah ada kata “jelek” di dunia ini. Perbedaan warna kulit, bentuk wajah, sampai tinggi badan tidaklah menjadi satu-satunya tolak ukur suatu kecantikan. Wanita berkulit putih, mempunyai bentuk badan ideal, memiliki wajah tirus, bermata bulat dengan hidung mancung kebarat-baratan tidak selamanya cantik. Jika yang kita lihat hanyalah pada apa yang nampak, lalu bagaimana dengan hati dan tingkah laku ?. Bagaimana kita bersosialisasi, bagaimana kita bergaul, bagaimana kita bertutur kata, bagaimana kita menyikapi masalah, bagaimana kita memanusiakan diri sendiri dan orang lain. Lalu apakah inner beauty tidak lagi menjadi trend kecantikan para wanita dunia ?. Jika standar kecantikan yang di idolakan hanya sebatas wajah dan bentuk tubuh, lalu bagaimana dengan attitude dan segala hal yang tidak kasat mata. Nyatanya saat ini yang diperlukan adalah bagaimana cara kita memandang hidup dan kehidupan. Tentang bagaimana kita memandang diri kita sendiri, tentang bagaimana kita menghidupkan keistimewaan yang ada pada setiap wanita, tentang bagaimana inner beauty yang jauh lebih penting dari pada sekedar paras cantik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

GAP YEAR, THANK YOU. Wisuda. Satu kata yang mungkin oleh sebagian besar mahasiswa adalah suatu hal yang begitu di nanti-nanti. Melepas...