Sabtu, 23 September 2017



 OBATNYA = DIAM
Manusia hidup dengan manusia yang lainnya, dan semua orang tahu bahwa hidup bersama itu tidak akan pernah luput dari masalah. Entah itu adalah masalah antar pribadi masing-masing atau bahkan masalah satu kelompok dengan kelompok lainnya. Tuhan mendesain otak manusia dengan begitu sempurna, setiap hari otak itu digunakan dan saat tiba waktu istirahat, dia harus berhenti sejenak sebelum masa istirahat panjang benar-benar datang. Pernah suatu saat terbesit bahwa apakah suatu saat nanti kita akan benar-benar menemukan seseorang yang mengerti kita, in fact its impossible. Orang yang sama dengan kita adalah diri kita sendiri, berdirilah di depan kaca lalu lihatlah, dia yang ada didepanmu adalah orang yang sama persis denganmu, kau tidak akan pernah menemukan kesamaan yang sempurna pada orang lain

Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Setiap harinya ada saja peristiwa baru yang mungkin saja bisa terulang kembali suatu saat nanti. Percakapan ringan dengan satu sama lain, hingga kesalahpahaman yang tak berujung akan mendoktrin otak untuk terus melakukan pembelaan pada diri sendiri. Terkadang apa yang diucapkan dan apa yang sebenarnya terjadi tak selalu sama, entah mungkin setiap manusia diberikan satu keunikan yaitu membuat karangan cerita yang nantinya diharapkan bisa membuat orang lain terkesan pada apa yang keluar dari mulut masing-masing kita. Namun percayalah, orang lain pun akan berfikiran demikian, sampai pada satu titik dimana antara satu dengan yang lainnya akan berlomba memberikan cerita menariknya. Its real

Nyatanya, saat masalah datang, kita selalu membutuhkan satu sama lain. Tak peduli apa yang telah terjadi kemarin atau hari yang akan datang. Ada sedikit rasa lega saat kita sudah berhasil mengungkapkan keganjalan, saat kita bisa berbagi kesedihan, saat kita bisa berbagi kebahagiaan, dan itu akan terus dan terus terulang kembali sampai kita tidak akan menjadi tenang sebelum berbagi satu sama lain. Kita melupakan bahwa “diam” pun sangat berharga. Kita melupakan bahwa dalam setiap peristiwa dalam hidup kita ataupun orang lain, tak semuanya perlu di ceritakan ulang. Kita lupa bahwa diam pun dapat menyelesaikan segalanya. Kita pun melupakan keunikan manusia yang jarang disadari, bercerita ulang pada yang lainnya.

            Pernah suatu saat, saya berada diposisi yang sangat tidak mengenakkan, ada beberapa masalah yang mungkin pada awalnya saya rasa tidak akan pernah bisa menyelesaikannya sendiri. Saya pikir satu-satunya cara adalah berbagi, meminta pendapat satu sama lain. Sampai pada suatu hari saya baru bisa menyadari bahwa penyelesaian terbaik datang dari diri saya sendiri, masalah itu satu persatu dapat saya selesaikan saat saya mulai mencoba untuk diam. Berhemat dalam cerita sedikit demi sedikit membantu, dan itu baru saya sadari saat berada pada posisi yang benar-benar di ujung tanduk. Awalnya sedikit susah untuk mulai menahan hasrat untuk bercerita, namun perlahan I can do it and its better.

            Lain halnya dengan istilah “kepo” yang sudah tidak asing lagi, dan itu terjadi pada beberapa orang dari kita, atau bahkan saya pun pernah melakukannya. Merelakan beberapa waktu untuk sekedar ingin tahu keganjalan yang terjadi pada orang lain. Bahkan saat ini pun antara peduli dan hanya sekedar ingin tahu hanya beda tipis. Banyak dari kita yang menilai hanya dari pandangan mata saja, apa yang menurut mata kita tidak wajar tak jarang membuat hasrat “kepo” itu muncul kembali. In fact, kita tidak harus selalu susah payah memikirkan kejanggalan itu. Masing-masing dari kita mempunyai jalan hidup yang berbeda-beda, mempunyai kisah yang tak selalu sama, atau bahkan jalan yang diambil tak selamanya lurus, kita akan menemukan beberapa belokan atau bahkan tikungan tajam. Dan itu semua adalah umpan bagi kita yang sangat jarang disadari.

            Umpan-umpan itu yang akan memancing kita untuk terus ingin tahu. Hingga pada akhirnya kita benar-benar akan merasa kesulitan untuk memilih “diam”. Belajar pada orang lain itu perlu, namun jangan sampai lupa bahwa diri kita sendiri pun memiliki jutaan ilmu dari setiap pengalaman yang didapat. Berbagi pada sesama itu perlu, namun kita juga harus sadar bahwa ada batasan-batasan yang tidak seharusnya disebar luaskan. Berbicara itu perlu, namun kita juga harus mempertimbangkan setiap kalimat yang dikeluarkan apakah nantinya menimbulkan kesan baik atau buruk bagi diri kita sendiri atau bahkan orang lain. Pepatah yang mengatakan bahwa diam itu emas memang tidak selamanya benar, namun ada kalanya kita perlu benar-benar berteman dengan diam.

Minggu, 10 September 2017



~ BEAUTY STANDART ~
 
Belakangan, sosial media semakin ramai dengan banyak muculnya artis-artis baru yang entah awalnya seperti apa. Trend model kecantikan sampai bagaimana cara memakai make up kekinian mulai membanjiri kalangan wanita bahkan ada beberapa beauty vlogger yang bergender pria. Semua orang seolah berlomba menunjukkan bagaimana cara mereka memoles wajah sehingga terlihat cantik dan mulus. Di era yang semakin maju ini, sebut saja pasar internet semakin diminati. Semua orang dengan kesibukan masing pasti menginginkan segala sesuatunya serba instan tanpa harus membuang energi untuk mendapatkannya. Dunia Instagram dibanjiri para artis dadakan berwajah cantik yang membantu para online shop untuk memasarkan barangnya. Semakin cantik model yang menggunakan, maka semakin tertarik pula konsumen pada produk yang digunakan. Dengan kata lain “jika si A saja terlihat cantik menggunakan barang tersebut, sedikit banyak aku pun akan terlihat cantik”. Ditambah lagi dengan kemudahan yang diberikan, hanya dengan satu klikan pada gadget, kita sudah dapat membeli dan mendapatkan barang yang di idam-idamkan.
 ***
Menjadi cantik dan  kaya adalah impian semua wanita, namun kita tidak dapat memilih wajah seperti apa yang akan kita peroleh pada saat dilahirkan, atau dari kalangan keluarga seperti apa kita dibesarkan. Berbagai produk kencantikan yang sudah bermunculan memang sangat membantu dan menjawab keluh kesah para wanita diseluruh dunia yang mungkin awalnya banyak memiliki masalah pada wajah. Dan saat ini, siapa saja bisa memiliki wajah yang cantik dengan polesan make up kekinian. Bisa dibayangkan bagaimana model para wanita-wanita seluruh dunia pada tahun-tahun selanjutnya, standart hidup akan semakin meningkat, kebutuhan akan semakin bertambah, dan gaya hidup akan terus mengikuti publik figure yang diidolakan. Berharap bahwa kita yang mungkin awalnya biasa saja bisa semakin elok seperti mereka. Setiap manusia mempunyai perasaan bangga pada diri sendiri, ini bisa jadi curahan penulis dan hasil surfey pada wanita-wanita sekitar. Semakin banyak jumlah like di postingan atau bahkan pujian-pujian yang bermunculan menciptakan rasa kagum, rasa bangga pada diri sendiri.
 ***
Setelah sekian banyak opini-opini sekitar seputar kecantikan, muncullah satu pertanyaan yang juga sempat membuat penulis bingung.
“ How is beauty standart ?”
 Jika satu persatu wanita ditanya seputar bagaimana sebenarnya standar kecantikan, mungkin itu tidak akan pernah ada habisnya. Mulai dari bentuk mata yang semakin bulat maka semakin cantik, bentuk wajah dengan dagu tirus, hidung mancung dengan warna kulit yang putih, dan lain sebagainya. Semakin lama para wanita akan semakin haus akan kecantikan, semakin lama para wanita dunia akan semakin hilang jati diri, para wanita tidak akan pernah puas dengan kecantikan alami yang ada pada setiap individunya. Setiap kekurangan akan terus menjadi hantu dan aib yang harus ditutupi. Padahal tergantung bagaimana kita memandang diri kita sendiri, apakah akan tetap bersyukur dan bangga akan segala yang ada pada kita, atau malah merasa kecil dan malu atas apa yang kita punya. Publik figure secara tidak langsung mencuci otak para netizen, tentang bagaimana mereka memandang kecantikan tersebut, tentang bagaimana memandang hidup yang indah itu dan juga tentang bagaimana pola sikap nantinya. Namun semua itu kembali lagi pada masing-masing individu tentang bagaimana mereka menyerap segala yang dilihatnya.
 ***
Setiap wanita dilahirkan atas kecantikan dan keistimewaan masing-masing. Jika kita mau menguras ulang pola pikir dan menciptakan energi positif, tidak akan pernah ada kata “jelek” di dunia ini. Perbedaan warna kulit, bentuk wajah, sampai tinggi badan tidaklah menjadi satu-satunya tolak ukur suatu kecantikan. Wanita berkulit putih, mempunyai bentuk badan ideal, memiliki wajah tirus, bermata bulat dengan hidung mancung kebarat-baratan tidak selamanya cantik. Jika yang kita lihat hanyalah pada apa yang nampak, lalu bagaimana dengan hati dan tingkah laku ?. Bagaimana kita bersosialisasi, bagaimana kita bergaul, bagaimana kita bertutur kata, bagaimana kita menyikapi masalah, bagaimana kita memanusiakan diri sendiri dan orang lain. Lalu apakah inner beauty tidak lagi menjadi trend kecantikan para wanita dunia ?. Jika standar kecantikan yang di idolakan hanya sebatas wajah dan bentuk tubuh, lalu bagaimana dengan attitude dan segala hal yang tidak kasat mata. Nyatanya saat ini yang diperlukan adalah bagaimana cara kita memandang hidup dan kehidupan. Tentang bagaimana kita memandang diri kita sendiri, tentang bagaimana kita menghidupkan keistimewaan yang ada pada setiap wanita, tentang bagaimana inner beauty yang jauh lebih penting dari pada sekedar paras cantik.

Sabtu, 02 September 2017



                                                            "TENTANG HIDUP"

Hidup.
Semua persoalaan hidup tak pernah ada habisnya.
Meski kau berusaha menuliskan kata “the end”, akan selalu ada kisah baru setelahnya.
Kecuali satu hal, jikajantungmu tak lagi berdetak, maka itu benar-benar akhir kisahmu.
Dalam hidup tuhan memberikan segala yang kau inginkan.
Entah dalam tempo cepat ataupun lambat.
Tapi percayalah, sabar tak akan membohongimu.
Dan saat satu persatu impianmu terkabulkan, kau akan tersenyum dan berkata “terima kasih Tuhan, ini adalah mimpi yang sejak dulu kuharapkan”
Satu waktu, tolehlah kebelakang sejenak.
Baca lagi kisah hidupmu.
Indah bukan, meski sakit.
Tak bisa dipungkiri, itulah kisah yang telah kau buat.
Tentu setiap orang mempunyai crayon masing-masing tuk memberi sedikit warna.
Sedikit jamuan siang dari motivator favorit saya :
Belajarlah dari permainan sepak bola.
Didalamnya terdapat pelatih, kapten dan keeper.
PELATIH. Jadilah pelatih untuk dirimu sendiri. Sadari kekurangan dirimu, asah terus sampai kau benar-benar bisa menakhlukan kekurangmu. Keraslah pada diri sendiri, agar dunia tidak keras kepadamu.
KAPTEN. Jadilah kapten untuk dirimu sendiri. Dirimu adalah pemimpin, bukan orang lain. Lakukan apa yang seharusnya kau lakukan, tinggalkan apa yang tidak seharusnya dilakukan. Kau hidup untuk dirimu sendiri, jangan biarkan orang lain mengambil alih itu semua.
KEEPER. Jadilah keeper untuk dirimu sendiri. Jagalah dirimu dari segala keburukan. Insan yang mulia pasti pintar menjaga diri.
Well, nikmati segalanya.
Tak ada yang perlu disesalkan.
Bubur tak akan pernah bisa menjadi nasi lagi.
Tapi kau bisa membuatnya jauh lebih istimewa.
Its about how you create it.

GAP YEAR, THANK YOU. Wisuda. Satu kata yang mungkin oleh sebagian besar mahasiswa adalah suatu hal yang begitu di nanti-nanti. Melepas...