Minggu, 27 Agustus 2017



"SUATU KETIKA"

Berusaha dalam doa tak pernah diketahui siapapun, aku lakukan itu
Berbicara pada dinding tak pernah diketahui siapapun, aku lakukan itu
Berjalan tanpa arah tak pernah diketahui siapapun, aku lakukan itu
Setiap sudut kota yang kulewati meninggalkan beribu cerita, tapi tak satupun yang bisa ku ingat
Sampai pada suatu senja ditepian laut
Aku berbicara pada gemuruh ombak
Aku berbicara pada hembusan angin sore
Aku berbicara pada butiran pasir lembut
Aku berbicara pada garis pantai yang ku lewati
Dan aku berbicara pada mata hatiku

Untuk apa 24 jam waktuku yang telah berlalu
Untuk apa setiap hari senin sampai mingguku
Untuk apa segala perkataan yang telah ku lontarkan
Untuk apa semua senyum yang aku berikan
Dan untuk apa soreku ini

Dahulu ku bermimpi bahwa menjadi dewasa kan membuatku sangat bahagia, mengenal lebih banyak teman, pergi ke semua tempat yang ku inginkan, bisa mengatur hidup sesuka hati dan apapun itu.
Namun saat ini masa kecillah yang kurindukan
Saat aku hanya menangis karena sebuah pertengkaran kecil
Saat aku hanya menangis karena soal matematika yang begitu sulit
Saat mama memaksaku untuk tidur siang
Saat papa terlalu banyak memberikan pekerjaan rumah
Bukan karena hidup yang telah ku jalani dan aku hanya bisa menangisinya
Sangat tidak berguna

Masa kecilmu telah berlalu
Hidupmu saat ini adalah apa yang kau lakukan
Hidupmu nanti adalah apa yang kau perjuangkan
.
Believe in God

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

GAP YEAR, THANK YOU. Wisuda. Satu kata yang mungkin oleh sebagian besar mahasiswa adalah suatu hal yang begitu di nanti-nanti. Melepas...